Penyebab Utama penyakit cacingan pada anak-anak
adalah mereka tidak begitu peduli untuk memelihara kebersihan. Kadang – kadang
begitu mudah memasukkan jari tangannya yang kotor ke dalam mulut atau tanpa
cuci tangan. Ketika tangan yang kurang bersih itulah ikut serta pula telur –
telur cacing ke dalam mulut yang akhirnya berkembang biak dalam pencernaan
penderita.
Dengan
demikian semua telur cacing yang mungkin sudah ada di tanah yang kotor itu
masuk ke dalam pencernaan melalui mulut. Kecuali jenis cacing tambang yang bisa
menembus kulit telapak kaki ketika si penderita tidak memakai alas kaki. Semua
jenis cacing yang sudah masuk tadi bertelur di usus dan telur inilah yang akan
menjadi cacing kelak bila waktunya sudah tiba. Memang ada sebagian cacing tadi
keluar lagi melalui tinja penderita, namun bila tinja berserakan dimana – mana
itu telah kering ditiup oleh angin dan masuk lagi kedalam makanan yang dimakan
lagi oleh calon penderita.
Telur cacing
yang sudah sampai diperut penderita lahir lagi menjadi anak – anak cacing
berbentuk larva (tempayak). Anak cacing ini kemudian menembus dinding usus dan
masuk ke dalam aliran darah dan terus ke paru – paru. Sebagian anak cacing
masuk ke kerongkongan, kemudian larva ini seringkali menimbulkan gejala gatal –
gatal yang kemudian larva tadi ikut tertelan dan masuk ke dalam usus untuk
tumbuh menjadi dewasa dan mengeluarkan telur ke dalam tinja.
Proses
peredaran seperti lingkaran setan ini kembali berulang, kecuali telur cacing
tambang yang menetas ditanah lembab, lalu menjadi anak cacing. Bila ada yang
lewat tanpa alas kaki, makan larva itu menembus kulit kaki dan masuk bersama
peredaran darah, paru – paru lalu menembus kerongkongan, terus masuk ke dalam
usus dan menjadi cacing dewasa. Cacing tambang merupakan cacing yang sering
disebut ankilostoma duodenale, yang panjangnya sekitar 5 – 25 mm. Ia biasanya
hidup dan bersembunyi di usus halus manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar