Sayuran
dan buah-buahan mampu menguatkan kekebalan tubuh dan melawan bakteri,
virus dan jamur tanpa bantuan antibiotik dan obat lainnya. Selain menjadi bahan
antibakteri, antivirus dan anti jamur, sayuran dan buah-buahan juga akan
mencegah terjadinya penyakit stroke dan gangguan fungsi jantung.
Diantaranya :
Tomat
Penelitian di Italia
menunjukkan bahwa konsumsi tomat mentah minimal satu buah perhari akan
mengurangi resiko terhadap berbagai kanker. Cabe dan stroberi bisa menjadi
penggantinya kalau anda tidak menyukai tomat.
Penelitian universitas harvard
terhadap 48.000 orang pada tahun 1995 menunjukkan, orang yang memakan sepuluh
kali hidangan yang mengandung tomat perminggu akan turun resikonya terkena kanker prostat sampai hampir separuhnya. Vitamin C, E dan
selenium yang banyak terdapat dalam buah-buahan, sayuran, kecambah serta
biji-bijian juga merupakan anti-oksidan yang dapat menetralkan radikal bebas.
Bawang putih
Bawang putih dapat menguatkan daya tahan tubuh dan merangsang pertumbuhan sel darah putih untuk melawan
penyakit, memicu aktifitas sel pembunuh bakteri dan virus, dan meningkatkan
antibodi.
Bawang putih juga berperan
sebagai anti oksidan yang mengurangi pertumbuhan radikal bebas dalam aliran darah. Selain itu bawang putih
juga mampu menghilangkan unsur karsinogen dan racun lainnya.
Tahukah anda kalau penisilin
yang sering digunakan manusia sekarang ini bahan pembuatannya diperoleh dari
buah semangka yang busuk dan berjamur? Sejak merebaknya penggunaan penisilin
secara komersial pada tahun 1940-an para ahli sepertinya berlomba mencari unsur
yang dapat membunuh bakteri untuk dijadikan obat. Salah satu sumber itu adalah
bawang putih.
Bawang putih merupakan salah
satu sumber pencegah bakteri yang
sering digunakan. Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih mampu melemahkan
dan membunuh sedikitnya 72 bakteri yang menyebabkan diare, disentri, keracunan
makanan yang serius (botulis), dan radang
otak. Bawang putih menjadi antibiotik dan antiseptik yang kuat
yang digunakan oleh para prajurit Rusia dimasa PD II dulu. Sedangkan madu dan
anggur digunakan oleh orang Yunani dan Romawi untuk mencuci dan menyembuhkan
luka.
Sumber makanan yang kaya akan
antibakteri adalah apel, pisang, bit, kubis, wortel, cabe, kucai, kelapa,
jintan, jintan putih, bawang putih, jahe, madu, jeruk nipis, pala, plum, teh,
semangka, pepaya, dan yoghurt.
Anda juga bisa mengurangi
resiko terkena kanker perut sebesar
40% kalau anda rajin mengkonsumsi bawang putih. Bawang putih juga baik bagi
jantung untuk memastikan trombosit tidak melekat yang menyebabkan pembuluh darah halus tersumbat.
Hasil penelitian memperlihatkan
bahwa memakan seiris bawang putih setiap hari dapat mengurangi kadar kolesterol sebesar 9%.
Kalau anda tidak menyukai bawang putih, sayuran seperti bawang merah dan bawang
daun bisa anda konsumsi.
Anggur
Anggur mengandung komponen yang
disebut resveratrol yang menghalangi pertumbuhan tumor. Anggur juga mengandung
asam elagik yang mencegah sekresi enzim buruk pemicu kanker. Kalau anda tidak
suka anggur, apel, stroberi, atau raspberi pun mengandung banyak resveratrol.
Jeruk
Dalam semua jenis jeruk
terdapat zat yang disebut limonen yang mampu memecah unsur karsinogen dan
merangsang sel imun pembunuh kanker.
Kedelai
Kedelai mengandung sejumlah
besar antikarsinogen, terutama isoflavones. Isoflavones dan genistein
melindungi anda dari kanker. Genistein adalah anti estrogen yang mengurangi
resiko terkena kanker hormonal seperti kanker
payudara. Kedelai juga merupakan sumber protein yang paling baik.
Articok
Articok mengandung banyak asam
folat. Hasil penelitian mengungkapkan resiko kanker usus besarlebih tinggi pada mereka
yang kekurangan asam folat. Selain bisa dimakan, articok pun bisa digunakan
untuk kulit dengan cara langsung dilulurkan pada kulit. Silymarin, komponen
dalam articok, mampu menahan radiasi
ultraviolet.
Teh hijau
Teh hijau mengandung
polyphenols, anti oksidan yang mampu mencegah kanker. Penelitian institut
kanker nasional Tokyo memperlihatkan catechin (komponen utama tanin teh hijau)
mengerem pertumbuhan kanker.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar