Kedatangan Gubernur ke UP3AD
Semarang III, bukanlah untuk melakukan sidak. Sebaliknya untuk mengajak
bergembira yaitu dengan senam sehat bersama para karyawan/karyawati UP3AD
Semarang III beserta jajaran Kepolisian dan Jasa raharja.
Seperti biasanya, kedatangan
Pak Ganjar ke kantor UP3AD Samsat dengan naik sepeda gunung. Tiba di Kantor
Samsat Semarang III, apel pagi langsung dilaksanakan. Gubernur pun bertindak
selaku inspektur upacara.
Pada acara senam sehat tampak
sekali Pak Ganjar tidak canggung menirukan gerakan instruktur. Luwes menirukan
gaya yang dicontohkan. Usai senam, berbagai menu masakan menyegarkan seperti
soto ayam, kacang ijo, pisang godog dan berbagai jajan pasar disediakan untuk
dinikmati secara bersama.
Berikan Arahan
Usai
sarapan bersama, Gubernur menyempatkan diri memberikan suntikan mentalnya.
“Pelan-pelan kita upayakan terus melakukan perbaikan diri. Dari perubahan
proses pelayanan yang sudah kita lakukan- kini Saya lihat mulai nampak
hasilnya. Hal ini bisa dilihat dari akun pengaduan di media sosial. Seperti
halnya di twitter. Respon komentar positif tentang pelayanan Samsat diberikan
masyarakat seperti di Sragen dan Klaten yang mulai bebas pungli. Adanya
komentar itu, Saya senengnya bukan main. Itu yang Saya harapkan,”urainya.
Saya berharap UP3AD Samsat
Semarang III juga memiliki akun pengaduan di medsos dengan memanfaatkan
aplikasi di internet, seperti SMS, Facebook, atau twitter. “Ini semua kan
gratis, dan semua orang juga mudah mengaksesnya. Saya berharap ada satu petugas
khusus yang menghandle complain ini,” pintanya serius.
Gubernur meminta iklan reklame
ajakan membayar pajak kendaraan bermotor untuk diganti yang lebih variatif,
disesuaikan temanya. “Jangan Saya yang ditonjolkan-nanti terkesan malah Saya
yang minta mereka untuk membayar pajak. Tentu lain kesannya jika kita tampilkan
infrastruktur yang memadai adalah hasil dari pajak,”urainya lebih jauh.
Pelayanan Membaik
Pak
Ganjar juga menyatakan setelah setahun berjalan, kini mulai dirasakan complain
di pelayanan samsat perlahan-lahan mulai membaik. “Jika masih ada, lebih karena
menyangkut kelambatan plat nopol. Namun karena kita satu atap, tetap mencoba
untuk mencari solusi atas kejadian ini”.
Sejak dirinya berkomitmen untuk
memberantas pungli, diakuinya complain itu terus berdatangan atas pelayanan
publik. Namun setelah kita telusuri, memang banyak yang bukan ranah kita.
“Justru itu yang kita inginkan agar komitmen tersebut dapat dibangun
bersama-sama dengan Bupati/Walikota se-Jateng.
Kita berharap, kedepan juga ada
lomba pelayanan antar Samsat. Lomba ini bagian dari kompetitif antar Samsat.
Sehingga kita bisa lihat kepuasan masyarakat saat dilayani di kantor Samsat.
Nantinya kita nilai seberapa banyak complain masyarakat, kecepatan, dan lain
sebagainya. Dengan begitu kita bisa ukur kepuasan masyarakat dalam membayar
pajak KBM.
Ganjar juga menyinggung system
On line yang ada di Samsat saat ini kurang praktis, karena wajib pajak masih
harus datang ke Samsat. Diharapkan ke depan system On line ini bisa beritegrasi
dengan bank. Sehingga masyarakat wajib pajak dalam melakukan penelitian ulang
cukup membayar di Bank saja.
Harapan saya dengan pelayanan
Samsat yang semakin baik, saya berharap 2 tahun ke depan PAD Jateng naik sangat
tinggi. Karena dengan pelayanan yang semakin baik secara timbal balik
masyarakat juga sadar dan peduli untuk membayar pajak KBM.
Usai memberikan arahannya,
mantan anggota DPR RI ini menyempatkan diri berkeliling kantor Samsat Semarang
III, untuk melihat pelayanan secara langsung. Beberapa wajib pajak pun sempat
berdialog dengannya seputar pelayanan Samsat di sana. Ada rasa bangga ketika
Gubernur Jawa Tengah, yang begitu sibuk tetap mau menyempatkan diri untuk
memberikan manufakturing hope kepada para karyawan/karyawati dalam upaya
menyemangati kerja keras yang telah dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar